Wind & Time 🍂

 waktu itu terasa seperti jarum halus yang meniti bersama benang yang dijahit perlahan-lahan pada kain yang lebar

sakit mencucuk namun akhirnya berhenti jua tersimpul kemas di hujungnya 

saat menghadapi waktu yang sedang bergulir itu sungguh menyengat rasanya di jiwa

namun setelah ia reda & berlalu pergi 

tidak lagi terasa sakit di hati

hilang setelah terpejam mata kita menahan tangis


angin itu berpuput lembut menyusup di celah dedaunan 

gugur sehelai demi sehelai dedaunan itu

terasa seperti seribu tahun saat semua dedaunan itu gugur dari pohonnya

rupanya semua itu hanya berlaku di dalam sedetik waktu

bila semuanya berguguran, suasana di sekeliling telah berubah di dalam sekelip mata 

suasana yang mulanya kering dengan rumput yang menguning & tanah yang tandus di bawah cahaya mentari 

sekejap sahaja berubah menjadi rumput yang menghijau bersama bunga-bunga liar yang cantik terselit di hujung-hujung rumput

tanah yang merekah berubah menjadi tanah yang cantik & subur dengan tumbuhan yang penuh dengan buah-buahan & bunga-bunga yang cantik berseri di bawah cahaya mentari 

air mataku pula sudah tiada di hujung pelupuk mata ini

hanya aku sahaja yang tidak sedar kesedihanku sudah menghilang ditiup angin 

terlalu tenggelam di dalam fikiran sendiri sehingga tidak menyedari suasana sekeliling tidak lagi seperti dahulu 

bunga yang halus & mekar harum baunya perlahan-lahan gugur lalu jatuh ke telapak tanganku

kecil & tidak seperti mawar yang penuh kelopak & besar bunganya

namun indah dilihat & tersusun kemas seperti kain yang disisip rapi di belahan kaki sang puteri 

sederhana sahaja walaupun tidak sesempurna sang mawar

tersenyum kecil saat aku mendekatkan bunganya ke wajahku

harum mewangi terasa seperti sang puteri 


terdengar suara dari kejauhan membisikkan namaku


" apa khabar wahai juwitaku, "


terasa menusuk kalbuku ini seperti angin yang mengibar masuk ke jendela yang luas

bagaimana harus ku jawab pertanyaan itu

sedangkan suara itulah yang menjadi sebab menitisnya air mata sang puteri 

terasa seperti semalam genggaman tangan ini terlerai

terasa seperti semalam wajahmu itu membuatkan aku kecewa lalu berpaling dari melihatmu & kamu jua berpaling dari melihatku

sakit di hati sehingga menggoncang diri ini, hidup ini 

tidak mahu ku kenang kembali kesedihan yang singgah begitu lama sehingga berubah suasana di sekeliling berganti tahun demi tahun 


namun saat ini kamu muncul kembali di belakangku

mengapa lagi kamu mencariku

bukankah kamu yang melangkah pergi lalu memilih dia mencipta kehidupanmu dengannya lalu melukakanku dengan seribu cinta kamu berikan terhadapnya 

setelah kamu menabur seribu janji terhadapku sehingga kabur mataku dari melihat realiti hidup ini

jadi kenapa engkau mahu kembali 

teruslah bersamanya & pilihlah dia buat sepanjang hidupmu

usah lagi kamu mencari aku yang sudah jauh dari jangkauanmu

mungkin aku masih berdiri di sini di tempat yang sama 

namun suasana hatiku tidak lagi seperti dulu 


wajahku semanis puteri bercahaya di bawah sinaran mentari 

namun hatiku dingin diselaputi salju sehingga tiada lagi tempat buatmu


usah lagi kau kembali

tiada lagi tempatmu di sini 

walau kamu menungguku buat seribu waktu 

tak akan pernah ku berpaling memandangmu lagi

walau kamu berada di depan mataku 

tak akan pernah ku kembali kepadamu walau hanya untuk sedetik waktu 

pergilah, pergilah engkau pergi

jangan pernah kembali 

jangan pernah menginginkan sesuatu yang ada di dalam hatimu itu

aku tidak akan menyambut walaupun segunung berlian kau berikan padaku


tiadalah bulan yang bisa bercahaya di dalam terangnya siang 

tiadalah mentari yang bisa menyinar di dalam kegelapan malam 

tiadalah bintang yang bisa berkilauan di dalam pagi yang mulai bersinar

tiadalah awan yang bisa berarak di dalam keringnya kemarau

tiadalah angin yang bisa menderu masuk ke dalam tembok yang sungguh tinggi


hanyalah angananmu sahaja yang menyulam di atas kertas yang keronyok 

tidak tersulam pada kain yang lembut seperti sutera 

tidak tersulam pada tikar yang kemas terjalin 

sekadar menjadi bayang-bayang di dalam fikiranmu


biarlah aku dengan kehidupanku

kamu dengan kehidupanmu

usah lagi kamu kembali kepadaku semula

sungguh tiada lagi tempat untukmu walaupun sekadar singgah untuk sesaat

biarlah aku dengan kehidupanku dan kamu dengan kehidupanmu 


tidak lagi mahu ku kenang waktu yang pernah bergulir antara kamu dan aku



Love,

Lea  




0 Comments