waktu itu terasa seperti jarum halus yang meniti bersama benang yang dijahit perlahan-lahan pada kain yang lebar
sakit mencucuk namun akhirnya berhenti jua tersimpul kemas di hujungnya
saat menghadapi waktu yang sedang bergulir itu sungguh menyengat rasanya di jiwa
namun setelah ia reda & berlalu pergi
tidak lagi terasa sakit di hati
hilang setelah terpejam mata kita menahan tangis
angin itu berpuput lembut menyusup di celah dedaunan
gugur sehelai demi sehelai dedaunan itu
terasa seperti seribu tahun saat semua dedaunan itu gugur dari pohonnya
rupanya semua itu hanya berlaku di dalam sedetik waktu
bila semuanya berguguran, suasana di sekeliling telah berubah di dalam sekelip mata
suasana yang mulanya kering dengan rumput yang menguning & tanah yang tandus di bawah cahaya mentari
sekejap sahaja berubah menjadi rumput yang menghijau bersama bunga-bunga liar yang cantik terselit di hujung-hujung rumput
tanah yang merekah berubah menjadi tanah yang cantik & subur dengan tumbuhan yang penuh dengan buah-buahan & bunga-bunga yang cantik berseri di bawah cahaya mentari
air mataku pula sudah tiada di hujung pelupuk mata ini
hanya aku sahaja yang tidak sedar kesedihanku sudah menghilang ditiup angin
terlalu tenggelam di dalam fikiran sendiri sehingga tidak menyedari suasana sekeliling tidak lagi seperti dahulu
bunga yang halus & mekar harum baunya perlahan-lahan gugur lalu jatuh ke telapak tanganku
kecil & tidak seperti mawar yang penuh kelopak & besar bunganya
namun indah dilihat & tersusun kemas seperti kain yang disisip rapi di belahan kaki sang puteri
sederhana sahaja walaupun tidak sesempurna sang mawar
tersenyum kecil saat aku mendekatkan bunganya ke wajahku
harum mewangi terasa seperti sang puteri
terdengar suara dari kejauhan membisikkan namaku
" apa khabar wahai juwitaku, "
terasa menusuk kalbuku ini seperti angin yang mengibar masuk ke jendela yang luas
bagaimana harus ku jawab pertanyaan itu
sedangkan suara itulah yang menjadi sebab menitisnya air mata sang puteri
terasa seperti semalam genggaman tangan ini terlerai
terasa seperti semalam wajahmu itu membuatkan aku kecewa lalu berpaling dari melihatmu & kamu jua berpaling dari melihatku
sakit di hati sehingga menggoncang diri ini, hidup ini
tidak mahu ku kenang kembali kesedihan yang singgah begitu lama sehingga berubah suasana di sekeliling berganti tahun demi tahun
namun saat ini kamu muncul kembali di belakangku
mengapa lagi kamu mencariku
bukankah kamu yang melangkah pergi lalu memilih dia mencipta kehidupanmu dengannya lalu melukakanku dengan seribu cinta kamu berikan terhadapnya
setelah kamu menabur seribu janji terhadapku sehingga kabur mataku dari melihat realiti hidup ini
jadi kenapa engkau mahu kembali
teruslah bersamanya & pilihlah dia buat sepanjang hidupmu
usah lagi kamu mencari aku yang sudah jauh dari jangkauanmu
mungkin aku masih berdiri di sini di tempat yang sama
namun suasana hatiku tidak lagi seperti dulu
wajahku semanis puteri bercahaya di bawah sinaran mentari
namun hatiku dingin diselaputi salju sehingga tiada lagi tempat buatmu
usah lagi kau kembali
tiada lagi tempatmu di sini
walau kamu menungguku buat seribu waktu
tak akan pernah ku berpaling memandangmu lagi
walau kamu berada di depan mataku
tak akan pernah ku kembali kepadamu walau hanya untuk sedetik waktu
pergilah, pergilah engkau pergi
jangan pernah kembali
jangan pernah menginginkan sesuatu yang ada di dalam hatimu itu
aku tidak akan menyambut walaupun segunung berlian kau berikan padaku
tiadalah bulan yang bisa bercahaya di dalam terangnya siang
tiadalah mentari yang bisa menyinar di dalam kegelapan malam
tiadalah bintang yang bisa berkilauan di dalam pagi yang mulai bersinar
tiadalah awan yang bisa berarak di dalam keringnya kemarau
tiadalah angin yang bisa menderu masuk ke dalam tembok yang sungguh tinggi
hanyalah angananmu sahaja yang menyulam di atas kertas yang keronyok
tidak tersulam pada kain yang lembut seperti sutera
tidak tersulam pada tikar yang kemas terjalin
sekadar menjadi bayang-bayang di dalam fikiranmu
biarlah aku dengan kehidupanku
kamu dengan kehidupanmu
usah lagi kamu kembali kepadaku semula
sungguh tiada lagi tempat untukmu walaupun sekadar singgah untuk sesaat
biarlah aku dengan kehidupanku dan kamu dengan kehidupanmu
tidak lagi mahu ku kenang waktu yang pernah bergulir antara kamu dan aku
Love,
Lea


0 Comments