bias mentari

 bias cahaya terlihat di hujung beranda 

awan yang gelap membuatkan suasana sedikit kelam

namun mentari petang masih menyisip masuk walaupun awan berkelabut di langit sana

angin yang menerpa membuai-buai langsir yang lembut mengibar di jendela kayu

rumah kayu beratap zink ini masih terasa bahang angin siang

namun hujan rintik-rintik berdenting di atas zink menghilangkan kepanasan sedikit demi sedikit 

jauh di luar sana budak-budak lelaki masih lincah bermain bola di padang 

tidak menghiraukan apa yang akan terjadi selepas ini sama ada hujan atau tetap panas

selagi senja belum berlabuh selagi itulah mereka bermain sehingga lencun baju mereka dengan peluh

angin yang bertiup menyebak rambut yang tersisir kemas di dahi

mata mulai berkaca setelah angin menderu masuk ke dalam rumah 

terasa sakitnya di hati saat memori mulai berputar mengimbau kenangan lalu 


andai angin mempunyai kuasa yang membolehkan memori mengimbas kembali kisah yang lalu 

ingin aku minta agar hujan mendapat kuasa untuk memadamkan memori & sejarah ini

sekalipun kita tidak bisa kembali ke masa lalu 

biarlah kita bisa memadamkan ingatan kita & segala rasa yang pernah ada di dalam jiwa 

tidak aku ingin menyelak kembali lembaran yang lalu 

tidak aku ingin merasai kembali kesedihan & duka lara ini

tidak aku ingin menarik semula ikatan yang pernah terlilit di jari ini sehingga terluka kerana ketatnya ia melilit jari yang kecil ini

tidak aku ingin mendengar suara itu kembali walau satu saat

tidak aku ingin jiwa ini bergelora semula sehingga hancur jiwa ini dilanda badai & tsunami yang besar & menggoncang 

tidak aku ingin air mata ini menitis di hadapannya walau setitik

sakitnya, hancurnya, kecewanya sehingga gelita hidup ini tanpa cahaya mentari & robohnya kehidupan ini kerana badai yang menimpa 

sakit.. sungguh sakit..


jika mentari di ufuk barat itu bisa mengabulkan hajat

   " wahai mentari, bawalah segala rasa & kenangan & sejarahku ini pulang bersamamu ke ufuk barat.. biarlah malam yang bakal berlabuh ini menutup segala derita yang ada di jiwa. lalu saat kau kembali di ufuk timur besok pagi.. tiadalah lagi kasih di hati... ''


Love, 

Lea 🍂


0 Comments